Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: Mengasuh Batiniah - Hojot Marluga
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Manusia batiniah kita perlu diubah oleh pembaharuan budi kita. Pembaruan pikiran ini dapat terlaksana ketika kita menerima Roh Kudus. D...

Manusia batiniah kita perlu diubah oleh pembaharuan budi kita. Pembaruan pikiran ini dapat terlaksana ketika kita menerima Roh Kudus. Disini ada pergulatan batin, pergumulan panjang. Selama hidup ada pertempuran yang sengit antara daging dan roh kita. Roh yang telah dilahirkan baru oleh kuasaNya ingin menaati dan mengikutiNya, tetapi daging lemah, tak ingin mati begitu saja, mesti dikendalikan. Jiwa dan tubuh berusaha saling menaklukkan dan terus mengalami kehidupan yang kalah sampai kita mati kepada keinginan diri kita dan menyerahkan kendali sepenuhnya kepada Roh, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Olehnya, bahwa semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata itu adalah bukti manusia belum mampu menundukkan diri. Bukan diri kita lagi tetapi Dia yang ada di dalam kita sepenuhnya dihidupi. Manusia yang telah memiliki pemahaman itu, hati harus dirobah, budi diperbaharui agar menemukan rupa pada kecantikan batiniah yang baru. Yang lama sudah lalu, yang baru sudah datang. Penemuan itu hal lebih berharga daripada sekedar manusia tampilan luar. Ini ibarat menemukan mutiara di kedalaman yang sangat dalam. Sangat mahal dan sungguh mahal.
Sikali pun fisik cacat, tak sempurna, roh tetap utuh. Disinilah kita diberi kehendak bebas bertindak dan memilih, batin bergerak ke arah kesempurnaan. Disini jugalah peran hati nurani. Biasanya hati nurani itu sangat murni. Tak kompromi dengan segala bentuk kejahatan. Bila kita mau berbohong misalnya, hati nurani itu menggerakkan nalar “Kamu jangan bohong.” Bagi orang Batak, manusia batiniah itu sering dipahami sebagai panggora ni roha, yakni bagian paling suci di kedalaman jiwa sanubari manusia. Dengan menghidupinya, mental terasuh.

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top