Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: DESA MATITI KOTA DOLOKSANGGUL OBJEK DESTINASI WISATA DANAU TOBA
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
1. Matiti dulu ibukota Negeri Simanullang Toba, 5 km dari Pasar Doloksanggul, 28 km dari lapangan terbang internasional Silangit Siborongb...

1. Matiti dulu ibukota Negeri Simanullang Toba, 5 km dari Pasar Doloksanggul, 28 km dari lapangan terbang internasional Silangit Siborongborong. Yang dapat dikunjungi wisatawan manca negara atau domestik pada perjalanan pergi ke atau pulang dari pulau Samosir, dari jalan darat Silangit lewat Doloksanggul terus Tele ke Pangururan ibukota Samosir. Dan mengelilingi Danau Toba.
2. Matiti sering dikunjungi rombongan Raja Sisingamanga Raja XII untuk istirahat dan berdiskusi di partungkoan Matiti yang berada di bawah pohon Sinabulan yang berdekatan dengan pohon Gorat (berbuah semacam mangga) dan pohon Bintatar. Kini letaknya percis di depan Puskesmas Matiti.
Matiti adalah tempat "maniti ari" (menentukan hari baik) bagi orang Batak dulu. Dulu waktu saya SMP tahun 1964 - 1967 (3,5 tahun), dengan teman-teman sekali setahun kami pergi jalan kski dari Matiti ke Bakara (tempat istana Raja Sisingamangaraja), pergi pulang dalam sehari, untuk membeli buah mangga langsung dari pohonnya. Sambil menikmati indahnya Danau Toba.
3. Di Matiti ada BATU SOMONG yang berdekatan dengan Tugu (Tambak) Ompu Raja Natangkang Simanullang, sekitar 100 m dari partungkoan Matiti. Batu Somong itu adalah tempat disumpah orang yang menyaksikan tentang suatu kebenaran. Konon ceritanya, siapa berdiri di batu somong itu dengan disaksikan raja-raja dan bersumpah, misalnya, bukan dia yang mencuri (manangko) sesuatu. Bila dia benar dia akan selamat. Tapi bila dia berbohong (berdusta), maka dia akan kena kutuk sesuai yang dijanjikannya. Kutuk yang disumpahkan di atas batu somong itu, misalnya, "sai mate ripas" (meninggal dunia), atau "tu ripurna tu magona" (binasa dan tidak punya keturunan).
Pengakuan orangtua dulu, Ompung saya dan yang lainnya, mengatakan nyata terjadi keselamatan (hidup) atau kutuk kepada yang bersumpah di tempat itu. Bahwa tidak seberapa lama orang yang berbohong di atas batu itu, ada yang meninggal karena sakit penyakit yang tiba-tiba atau yang lama dideritanya, atau kecelakaan dan lain-lain.
4. Di Matiti masih ada tersimpan seperangkat Ogung Sabangunan yang kini dimiliki pomparan ni Ompu Raja Nauli Munte dan disimpan sekarang ini di kampung Lumban Nauli, di kampung orangtua saya. Dulu ogung ini dipakai pada Pesta-Pesta Besar Adat Batak, seperti pendirian Patung Simin atau Tugu (Tambak) Ompu Parsadaan dan lain-lain. Ogung Sabangunan ini dapat dioperasikan untuk hiburan bagi wisatawan yang berkunjung ke Matiti Doloksanggul.
Pdt. Rachman Tua Munthe,MTh.
Jakarta 16 Juni 2019.

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top