Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: Benih Iman Menyelamatkan
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Kejadian 22: 1-12 Apa peran iman dalam kehidupan? Iman keyakinan seseorang kepada satu-satunya sumber hidup. Tokoh-tokoh dalam Alkit...


Kejadian 22: 1-12
Apa peran iman dalam kehidupan? Iman keyakinan seseorang kepada satu-satunya sumber hidup. Tokoh-tokoh dalam Alkitab melakukan itu; Abraham misalnya mengajarkan iman. Di awal namanya bukan Abraham. Tuhan yang ganti. Memang, kebudayaan Israel nama mempunyai kekuatan. Itu sebab pengantian nama sering kita jumpai dalam contoh di PL, Daniel nama barunya Beltsazar. Atau dalam PB, Simon menjadi Petrus, Saulus menjadi Paulus. Disini Abram menjadi Abraham. Abram adalah bapak yang ditinggikan, mulia, dan Tuhan mengubahnya menjadi Abraham, yang artinya bapak dari banyak bangsa-bangsa.
Mengapa dia disebut bapa orang beriman? Oleh karena dia percaya dan bertindak. Ibrani mengatakan demikian: "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui." Bicara iman paling tidak ada tiga sisi yang tak boleh kita lupa; pengetahuan, persetujuan dan bertindaAtr Pengetahuan maksudnya tahu siapa yang dipercaya. Persetujuan artinya setuju dengan yang dipercaya. Bertindak dengan sepenuhnya kepada yang dipercaya.
Kata iman di dalam Kitab Suci berasal dari terjemahan dari kata Yunani πιστις (pistis), bisa juga berarti keyakinan atau kesetiaan. Hal itu bisa dirujuk dari Kitab Ibrani 11:1. Artinya, iman bukan dilihat mata jasmani tetapi dilihat mata batin, rohani. Iman benar jika beriman kepada Pribadi yang benar. Persoalannya sering orang mengontraskan iman dengan usaha-usaha manusia untuk melakukan perbuatan baik. Bukan demikian. Oleh karena kita sudah diselamatkan, kita melakukan yang baik.
Jadi, berbeda sekali berusaha baik untuk selamat, berbading terbalik dengan sudah diselamatkan maka membuktikan keselamatan yang diperoleh dengan hidup benar. Memiliki iman ibarat memiliki kunci untuk membuka pintu masuk pada rumah baru. Di luar sana tentu juga menawarkan kunci-kunci untuk membuka pintu. Tawaran itu terlihat mirip, namun hanya satu kunci yang asli yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Perkaranya terlalu banyak orang ragu dirinya selamat oleh karena tak melihat dan merasakan dalam hatinya. Atau, tak adanya tanda-tanda iman yang menyelamatkan dalam hidupnya. Padahal, Tuhan pakai berbagai hal melahirkan iman. Sudah tentu pertama melalui firmanNya dan ditambah dengan pengalaman-pengalaman hidup. Interaksi di keadaan pada ruang dan waktu kita. Tentu, jikalau kita tak bisa merasakan penyertaanNya dalam setiap pengalaman pergumulan hidup kita, bagaimana kita merasakan Dia hadir di hidup kita?
Alih-alih iman yang menyelamatkan berarti respon diri, menyesali dosa-dosa, percaya hanya kepadaNya lewat Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan. Itu sebabnya Yohanes Calvin berkata, efek langsung dari iman adalah pertobatan, dan di dalamnya terjadi pengampunan dosa. Karenanya, iman yang sesungguhnya harus diungkapkan dalam perbuatan atau tindakan. Yakobus menyebut, iman harus disertai perbuatan. Jika iman tanpa tindakan, ibarat seperti tubuh tanpa roh adalah mati. Jadi, iman sejati di dalam Kristus selalu menghasilkan respon, perbuatan baik. Berarti iman yang sejati harus aktif dan tekun, bertindak dengan mengarah pada sumber kebenaran. Lalu percaya sepenuhnya kepada kehendak dan rencanaNya. Respon memiliki iman yang hidup dampaknya kita memperoleh pemulihan dan menerima keselamatan.
Tentulah tak cukup hanya dengan mengetahui fakta Yesus disalib, tetapi dengan kesadaran diri bahwa fakta itu untuk menebus dosa kita di salib. Jika tak ada iman itu, maka pertanyaan, apakah benar bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan akan selalu menggangu iman kita. Fakta banyak orang Kristen saat ditanya mengapa hanya Yesus satu-satunya jalan menuju keselamatan, mayoritas tak bisa menjawab. Jelas keselamatan itu anugerah. Bukan usaha manusia. Kita jangan lupa bahwa “iman” itu sesungguh juga anugerah. Jika kita diberikan iman untuk percaya itu bahasa lainnya kita dipilih untuk selamat.
Meski keselamatan itu gratis, ternyata tak semua orang dapat memperolehnya. Mengapa? Oleh dosa. Dosa menghalangi manusia menerima anugerah. Semua manusia telah berbuat dosa. Tuhan Maha Kasih sekaligus Tuhan Maha Adil. Tuhan tak pernah melanggar tatanannya. Sebab kasihNya, maka Dia menyelamatkan. Oleh keadilanNya, maka Dia menghukum dosa. Maka benarlah benih iman yang menyelamatkan. Jika bicara keselamatan berarti bicara menemukan rasa aman, terjaga, terjamin, terlindung dan terhindar dari neraka. Akhirnya, selagi di dunia kita kerjakan keselamatan kita, sebab, kita karyaNya yang sempurna mesti terus-menerus diperbaiki dan memperbaiki diri sampai kematian menjemput kita.
Penulis, Hojot Marluga

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top