Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: Tinggal dan Berbuah Di Dalam Yesus - Pdt. Dahlan Munte
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Yohanes 15:1-8 Bila berkebun, tentulah kita sangat berharap tanaman kita berbuah. Apalagi anggur, akan dinilai sangat rugi bila tak b...



Yohanes 15:1-8

Bila berkebun, tentulah kita sangat berharap tanaman kita berbuah. Apalagi anggur, akan dinilai sangat rugi bila tak berbuah, sebab harganya mahal. Yesus membuat anggur sebagai analogi, karena kekristenan mestilah jaminan mutu. Karena itu rasanya sangat sia-sia, bila orang Kristen tak berbuah. Apalagi Yesus memakai hubungan pokok anggur dengan ranting untuk menggambarkan hubunganNya dengan murid-muridNya. Yesus menyebut diriNya sebagai pokok anggur yang benar dan murid-muridNya sebagai ranting-ranting. Sebagaimana ranting menyatu dengan pokok anggur, demikianlah murid-murid harus tinggal di dalam Yesus. Tinggal menyatu untuk menerima atau menyerap makanan,   bukan supaya hidup saja tetapi supaya menghasilkan buah. Maka syarat hidup berbuah adalah tinggal di dalam Yesus, sebab di luar Dia kita tidak dapat melakukan (baca: menghasilkan) apa-apa.
          Buah yang dihasilkan itu tidaklah sekadar berbuah, melainkan haruslah berbuah banyak (kuantitas) dan tentulah juga buah yang baik serta manis (kualitas). Dan sebagai syarat untuk berbuah banyak itu adalah dibersihkan, artinya hidup kita dibersihkan dari parasit dan segala perusak lainnya. Kadang ketika Tuhan melakukan pembersihan itu akan terasa sakit, terluka, stress dan menangis, tetapi tujuannya adalah supaya hidup kita kudus sehingga mampu menghasilkan buah yang banyak. Buah yang banyak itu dapat berupa: 1. Buah pertobatan: aksi sosial dengan kesediaan berbagi kasih, dan berbagi itu dapat terjadi bila kita mampu mencukupkan diri dengan apa yang kita peroleh dan tidak memeras sesama (Luk.3:8-14). 2. Buah terang: kebaikan, keadilan dan kebenaran (Ef.5:9). 3. Buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, dll.(Gal.5:22). 4. Buah bibir, yaitu ucapan bibir yang memuliakan Allah (Ibr.13:15). Dengan buah yang banyak ini Allah Bapa, sebagai pemilik kebun anggur itu, akan dipermuliakan.
            Sama seperti buah yang menunjukkan jenis pohon, demikian jugalah buah yang banyak itu menjadi indikator kebenaran kita sebagai murid-murid Yesus. Kekristenan bukanlah perayaan simbol atau asesori, melainkan buah atau perbuatan konkrit yang bisa dilihat dan dirasakan orang lain, seperti yang Yesus katakan: pohon dikenal dari buahnya. Selain dari itu, buah juga menunjukkan kedewasaan iman kita sebagai orang Kristen. Berhentilah hanya sebagai "receiver" (penerima), tetapi belajarlah sebagai "giver" (pemberi). Sebab ukuran memiliki itu ada di memberi. Maka sebagai murid-murid Tuhan yang sudah memiliki iman yang dewasa dan telah menerima banyak berkat Tuhan, marilah kita menghasilkan buah yang banyak sehingga kita bukanlah ranting yang dipotong (dihukum) karena tidak berbuah, melainkan menjadi ranting yang memuliakan Allah karena berbuah banyak. Amin. Dari Banjarmasin: Selamat hari Minggu. 🙏⛪

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top