Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: LUAT MATITI MENJADI BERKAT - Pdt.R.T. Munthe.MTh.
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Mari kita teruskan luat hatubuan jala hagodangan kita menjadi berkat bagi warganya dan masyarakat sekitarnya. Antara lain melalui 1. SP...

Mari kita teruskan luat hatubuan jala hagodangan kita menjadi berkat bagi warganya dan masyarakat sekitarnya. Antara lain melalui

1. SPIRITUALITAS (semangat hidup kerohanian) selama ini paling nyata sbg Jemaat Induk HKBP Matiti Resort Simanullang (yg kini telah mekar bbrp gereja & resort). Tentu ikut juga berperan RK, Pentakosta yg ada di Matiti. Mari kita ikut bangun secara fisik dan rohani.

2. PENDIDIKAN. Dulu SGB, jadi SMEP dan kemudian SMP swasta/bersubsidi SRO. Asset Batak khususnya Si Raja Oloan memajukan pendidikan masyarakat dari Matiti. Kini sudah ada SMA 2 Doloksanggul di Matiti (Hutajulu). Perlu selalu ditingkatkan.

3. PEMERINTAHAN. Sejak zaman Belanda dan awal kemerdekaan RI Matiti ibukota Negeri Simanullang Toba. Waktu saya SD (dulu SR) perayaan Ultah 17 Agustus tiap tahun dilakukan di lapangan SRO yang dipimpin Komandan Upacara oleh Ketua Pemangku Kepala Negeri. Berubah setelah adanya Asisten Wedana (Camat) kini Bupati di Doloksanggul. Sayangnya Matiti tidak lagi tempat kantor Bupati. Namun masih akan berubah ditempati kantor-kantor tkt Kabupaten.

4. PERDAGANGAN melalui Onan Tungkup dan Balerong yang berpusat di pasar Matiti. Setelah jalan bagus dan transportasi lancar jadi menyatu di Doloksanggul. Tapi perlu juga disupport pendirian Toko, Restoran, Penginapan (hotel) di Matiti yang lebih murah (paling sedikit sama dgn Pasar Doloksanggul). Utk memajukan Ktr Kejaksaan dan kantor setkt Kab yang ada di Matiti. Kini

5. KESEHATAN dengan berdirinya PUSKESMAS Matiti, terutama sewaktu ada dokter tiap hari ditempatkan di Matiti. Perlu dilanjutkan Matiti pusat kesehatan. Jangan warga berobat ke dokter di Aek Nauli atau Doloksanggul. Di Matiti agar dilanjutkan ada dokter melayani masyarakat tiap hari.

6. TRANSISI dari DAERAH ADAT (tradisional) menjadi  PEKOTAAN. Mau tidak mau, suka tidak suka masyarakat Matiti lambat laun akan menjadi masyarakat kota. Tapi RAJA HUTA akan tetap ada, seperti Raja-raja (Tetua Adat) sbg Tokoh Masyarakat ysng ada di Kota Doloksanggul, yg makin nyata setelah jadi Ibukota Kabupaten. Para orang tua berpendidikan yg tinggal di Matiti perlu tetap dimotivasi dan disupport jadi Tokoh Masyarakat. Acara adat dipermodern sebagai mana Adat Batak dalam kota-kota yg kita tempati.

Ini sebagian curhatan ssya semoga dapat menginspirasi teman-teman Par Matiti Dan Sekitarnya memajukan Luat Matiti Huta Hagodanganta i. (Pdt R.T. Munthe, MTh).

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top