Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

par matiti par matiti Author
Title: Tatkala Hidup Lisut
Author: par matiti
Rating 5 of 5 Des:
Oleh : Hotman J. Lumban Gaol  Parmatiti - Lumban Tua Belajar pada filosofi daerah bagi saya adalah kearifan. Saya pernah mendengar un...
Oleh : Hotman J. Lumban Gaol
 Parmatiti - Lumban Tua

Belajar pada filosofi daerah bagi saya adalah kearifan. Saya pernah mendengar ungkapan Batak Toba, “unang lea roha marnida bulung malos, molo ro udan rata do i muse.” Jika diterjemahkan bebas “jangan meremehkan daun lisut, kisut. Jika datang hujan daunnya akan kembali hijau.”
Sesungguhnya didalamnya masih tersirat makna terdalam, esensinya jangan meremehkan orang sekalipun karena kelambur, dia tak memiliki keistimewaan. Sebab memang, memang penerimaan hanya hak istimewa. Makanya hidup ini fluktuatif, semua ada musimnya. Ada kemarau, ada hujan. Ada susah, ada senang. Ada gelap dan terang. Ada penat dan ada kelapangan.
Hanya saja, ketika kita di kelapangan jangan merasa bahwa orang yang dikepenatan adalah orang yang terhinakan. Mungkin saja Tangan Yang Tak Terlihat itu mengijinkan ia mengalaminya. Pun ketika kita di posisi purna, karier bagus, ekonomi menanjak, jangan merasa itu selalu menanjak. Ada waktunya menaik, ada waktunya turun. Namun semuanya tak ada yang langgeng, maka jangan melenggang di kesementaraan.
Jadi, ketika hidup meringsing tak juga perlu disungut-sunguti, sejenak akan menjadi baka. Karenanya, semerunyut apa pun hidup, tak perlu putus asa. Jalani dan sadari urip seruh layu. Hidup hanya bagian yang harus digilirkan. Ajakan bersabar dan senantiasa berpengharapan adalah kiat bertahan di keadaan apa pun. Itu artinya menerima kondisi itu sebagai pembentukan sikap mental tabah. Atas pengalaman dan pemahaman itulah buku “Mengasuh Ketabahan Mental” ini saya goreskan.
(Hojot Marluga)

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top