Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: Menemukan Jalan Kehidupan (Mazmur 16: 1-11)
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Sejak manusia berdosa, Tuhan Allah menghalau manusia dari taman Eden. Diusir dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, ...


Sejak manusia berdosa, Tuhan Allah menghalau manusia dari taman Eden. Diusir dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Tuhan hendak memberi jalan kehidupan, agar kita menemukan gambar diri yang rusak. Dan Tuhan meluputkan anak-anaknya daripada maut, dan menemukan cahaya kehidupan. Tetapi, manusia tak akan menemukan kesempurnaan dari Allah jika manusia tak bertobat, tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan yang semestinya.
Alih-alih Tuhan Allah tak pernah merancangkan jalan sesat. Hanya manusia yang diberikan kebebasan itu tak menemukan atau tak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat. Itu sebab Amsal 6 ayat 23 menyebut, karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan. Artinya, manusialah yang merusak dirinya sendiri. Manusialah yang tak berusaha menemukan gambar dirinya di dalam Tuhan. Karena itu, Amsal berkata siapa yang mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat. Itulah yang terjadi dalam diri manusia.
Tuhan memberi kebebasan memilih jalan. Jalan benar atau jalan sesat yang kita pilih. Tuhan tak memberi kita seperti robot yang dikendalikan otomatis, tetapi masing-masing diberi kebebasan memilih. Namun, meskipun kita diberikan kebebasan memilih jalan hidup, kita akan rugi jika mengabaikan Tuhan Allah. Itu sebabnya orang yang memahami perjumpaan Tuhan, dengan kerendahan hati berkata dia menyadari bahwa nasib ada di tangan manusia sendiri. Dan untuk menemukan jalan kebenaran itu memang tak mudah. Harus ada perjuangan. Mesti ada kerja keras dengan sikap dan tindak tanduk yang benar. Intinya tak ada yang mudah menemukan jalan kebenaran itu. Itu sebab Kitab Suci mengatakan, sesak dan sempit jalan menemukan jalan kehidupan itu.
Jika ada sikap mencari dengan teguh, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menemukan jalan kehidupan itu. Tuhan akan menyingkapkan dan memberitahukan kepada kita jalan kehidupan. Saat kita menemukan jalan kehidupan itu, menemukan gambar diri, wujud dari rancangan Tuhan yang sejak awal bagi kita, kita akan menemukan dan melimpahi kita dengan sukacita. Jika kita menemukan jalan kehidupan di dalam Tuhan maka tak ada rasa khawatir lagi menghadapi setiap keadaan. Sebab hati kita dibuatnya tenang.
Bagaimana kita menemukan kehendak Tuhan dalam hidup kita? Menemukan hikmat di dalam Tuhan. Sebab jalan orang bodoh lurus dalam pandangannya sendiri, oleh karena mengandalkan diri sendiri. Tetapi siapa mendengarkan, lewat hati nuraninya, melatih kepekaan imannya dalam hikmat Tuhan, dia akan menemukan jalan kehidupan. Asal kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, tak bersandar kepada pengertian sendiri, tetapi mengakui kuasaNya yang menuntun. Kitab Yohanes jelas mengatakan, bahwa Yesus Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Artinya, menemukan jalan hidup itu di dalam Yesus Kristus, kesempatan bagi mereka untuk belajar melalui pengalaman yang luar biasa.
Hanya ada satu jalan yang membawa kita berhubungan dengan semua orang yang ada didalam Dia. Dan, kita mesti ingat bahwa Tuhan memiliki rencana dalam hidup kita masing-masing. Itu sebabnya tidak ada yang serupa di jagat ini, bahkan yang kembar sekali pun tidak ada yang serupa. Masing-masing diberi hak yang sama menemukan kehendak Tuhan bukan seperti mencari suatu yang tersembunyi.
Akhirnya, jalan kehidupan hanya ada di dalam Kristus, kita menemukan kehidupan, kebahagiaan dan keselamatan di dalam diriNya yang telah memberi hidupNya untuk jembatan pendamaian kita dengan Tuhan. Akhirnya, mari memilih dan berjalan dalam jalan Tuhan berdasarkan Firman-Nya. Akhirnya, mari memilih dan berjalan dalam jalan Tuhan berdasarkan Firman-Nya.
Hojot Marluga, jurnalis dan penulis buku

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top