Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: Belajar Dari Bayangan
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Tempo lalu saya mendapat video dari WA Group anak kecil histeris karena dikejar bayangannya. Mungkin Anda juga mendapat video itu. Sejenak...
Tempo lalu saya mendapat video dari WA Group anak kecil histeris karena dikejar bayangannya. Mungkin Anda juga mendapat video itu. Sejenak jika kita amati bahwa video itu amat lucu. Anak kecil tersebut tak tahu bahwa itu hanya bayangannya. Saya memetik hikmat dari kisah anak keci tadi. Bahwa sebenarnya kita juga mesti harus histeris terhadap bayang-bayang kita, dari bayangan diri kita sendiri. Tentu, bukan bayangan yang terbentuk dari perpotongan langsung sinar-sinar cahaya. Namun bayangan maya yang tak terlihat mata. Bayangan jiwa, karakter asli terdalam dari kita. Kelakuan, karakter yang belum diperbaiki itulah bayangan jiwa. Jikalau kita rindu untuk memperbaiki diri, maka belajar dari bayangan jiwa kita. Bayangan jiwa yang tak bisa kita lihat, tetapi dilihat orang lain kita pantulkan. Saya yakin untuk menjadi lebih baik bayang-bayang itu harus dihapus dari sanubari.
Selama ini potensi diri kita diselubungi oleh bayang-bayang karakter kita yang belum tercerahkan. Bayangan asli jiwa itu kerap kali menempel, membendung pontensi. Kita coba kita tutupi di depan publik, sesungguhnya selalu tampak. Karena itu bayang-bayang itu harus disinari, dihapus dari jiwa dengan perbaikan terus-menerus pada tiap-waktu. Dengan cara apa? Mau mendengar nasihat, jangan marah dan jangan membela diri. Jika kita merindukan terang dari bayang-bayang itu, kita mesti selalu telaten mendengar orang-orang yang paling dekat dengan kita, orang-orang yang tulus untuk kemajukan kita, keluarga kita. Maka disinilah nasihat, kritik berguna karena disampaikan orang yang mengenal kita luar dalam. Pesan moralnya, jika ingin kita sampai pada potensi diri yang maksimal, maka bayang-bayang itu tak boleh menyelubungi kita. Namun, untuk bisa menemukan keotentikan diri kita yang asli, yang sempurna, kita menemukan dalam perjalanan melewati lorong-lorong gelap hidup kita. Dari bayangan jiwa kita bisa belajar banyak di kehidupan ini, seperti anak kecil itu histeris tak mau diikuti kelakuan yang buruk. Hojot Marluga

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top