Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: HOTMAN LUMBAN GAOL
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
Selamat hari Minggu.  Kita selama ini sudah terkooptasi bahwa gereja adalah gedung. Seolah2 kalau sudah bergereja di gedung, semuan...



Selamat hari Minggu.
 Kita selama ini sudah terkooptasi bahwa gereja adalah gedung. Seolah2 kalau sudah bergereja di gedung, semuanya beres. Padahal, esensi sebenarnya, membangun pondasi iman sebenarnya di dalam diri personal. Hubungan pribadi dengan Tuhan. Rangkaiannya pertama meletakkan pondasi iman terlebihi dahulu, hubungan pribadi. Lalu dilanjutkan hubungan komunitas, hubungan keluarga. Maka bergereja hari minggu hanya penegasan, sebagai ruang untuk saling menumbuhkan. Tetapi jauh lebih dalam yg mesti dimiliki menjadi Gereja adalah membangun hubungan yang intim dalam Tuhan. Gereja dan struktur organisasinya tak bisa memumbuhkan ensesi iman pribadi itu. Itu sebab menjadi tanggung jawab pribadi. Lalu, Apakah sesungguhnya gereja. Ekklesia asal katanya diartikan orang2 yg dipanggil keluar dari kegelapan, masuk dalam terangnya yang ajaib. Selama ini kita lupa, bahwa gereja yang sesungguhnya adalah diri kita. Gereja yang dilembagakan sudah seolah-olah punya otoritas kebenaran. Menjadi gereja memahami diri sebagai bait suci. Memahami gereja dalam diri, menemukan keabadian dengan proses metamormosa. Dari ulat buluh menjadi kupu-kupu. Dari anak gampangan menjadi anak yang dimuliakan. Hanya orang yang memahami batin musafirlah yang terus berjalan pada keabadian mengereja. Akhirnya, mari menggugat diri. Apakah kita terus mencari mahkota keabadian itu? Atau jangan2 kita hanya terpesona dengan gedung gereja dengan seremonualnya!Selamat merenung. Hojot Marluga (Pemimpin Redaksi Tabloid Agape)

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top