Horas Ma di hita sude Parmatiti Napuran tano-tano rangging marsiranggongan, Badan ta i padao-dao, tondita i marsigomgoman.
 

parmatiti parmatiti Author
Title: HOTMAN J LUMBAN GAOL
Author: parmatiti
Rating 5 of 5 Des:
#BAHAGIA :Kebahagiaan itulah kekayaan yang pratama. Dan, kebahagiaan ada di kedalaman sumur jiwa kita. Orang yang sudah selesai dengan ...

#BAHAGIA:Kebahagiaan itulah kekayaan yang pratama. Dan, kebahagiaan ada di kedalaman sumur jiwa kita. Orang yang sudah selesai dengan dirinya adalah orang yang telah selesai menggali dan menemukan semburan sumber air kebahagian, itu. Bak semburan air dari dalam tanah yang memancarkan ke atas, menghilangkan dahaga. Tak ada yang bisa menutup semburan itu selain diri sendiri. Seperti itulah menemukan sumber sukacita, ada dalam dirinya. Keadaan pun tak bisa mempengaruhinya, jikalau kita mempunyai sumber semburan yang katupnya telah terbuka, akan terus mengalir. Kebahagiaan terutama jikalau kita mampu memberi kemanfaatan, cinta kasih yang kita peroleh dari agape. Itu pilihan, pilihan akan kebahagiaan.
Tak bijak jika kita masih bertanya bagaimana cara menemukan kebahagiaan dalam hati? Ada orang yang cetek berpikir menyebut bahwa sumber kebahagiaan ada dari kepemilikian harta yang berjubel. Nyatanya tidak demikian. Saya saksikan sendiri terlalu banyak orang kaya yang tak menemukan kebahagiaan, sangat tak bahagia, entah karena hanya memikirikan harta, terus serakah dan merasa kurang. Bahkan ada semacam orang yang susah melihat orang bahagia, dan bahagia melihat orang menderita. Naif sekali. Padahal, tak ada seorang pun yang bisa membahagiakan kita selain diri sendiri, atau berbahagia sebelum kita mengecap sumber kebahagiaan, bahkan mampu menerima diri kita sendiri, baru kemudian member dampak kebahagian kita pada teritori.
Alih-alih, menemukan kebahagiaan dalam hidup hanya dengan memberi diri. Seorang anak yang memberi kebahagiaan untuk orangtuanya. Seorang suami yang member kenyamanan untuk istrinya. Bahkan seorang orangtua yang memberi keteladanan untuk anak-anaknya. Jikalau kita sudah hidup dalam sikap mau memberi diri, maka dengan demikian, kehidupan kita penuh dengan alasan “bahagia.” Sekalipun banyak alasan untuk membuat tak bahagia, asal suasana hati tetap terjaga, itulah rahasianya. Penuh dengan harapan, tantangan, dan liku-liku jalan yang memberi kejut. Mari pahami cara Tuhan memberikan kita kebahagiaan tak seperti angan dan rencana kita. Bahwa semua alkisah dalam hikayat hidup kita, baik ruwet maupun kita dibuatnya termehek-mehek, itu dirancangNya dengan kebajikan. Baik untuk sebuah hikmat agar kita mafhum di jagat ini.
Tuhan mengizinkan berbagai hal rumit, jalani, tetap saja mengucap syukur kepadaNya. Dengan demikian kita bahagia. Maka, mengapa kebahagian sepertinya jauh dari kehidupan kita? Kebahagiaan itu dekat, dan selama ini kita selubungi dengan tindak tanduk yang tak bersyukur. Mungkin ekpektasi yang kita buat terlalu tinggi. Ukuran yang kita ukurkan tak berdasar. Padahal, kebahagiaan akan kita peroleh asal kita mampu bersyukur tanpa membanding-bandingan diri dengan siapa pun. Syukuri nikmat Tuhan yang telah kita terima dan petik selama ini. Jika ada impian kita belum terwujud teruslah menggumulinya sebagai bagian dari perjuangan. Jika pun masih terjal jalan yang harus dilalui, jalanilah sebagai bagian yang membahagiakan. Itu kuncinya. (Hojot Marluga/Motivator)

Tentang Penulis

Boa""

Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Top